24 Feb
Posted by: Maruf Kasim in: Uncategorized
Oleh Ma’ruf Kasim
Tidak terlalu berlebihan jika kita mau melihat Negara lain dalam upaya perlindungan dan pemeliharaan lingkungannya, terutama dalam menjaga kelangsungan ekosistem dalam suatu Kawasan tertentu.
Jepang adalah salah satu negara maju dengan perkembangan tekologi yang begitu pesat. Ini lah yang mendorong percepatan perubahan lingkungan begitu cepat. Namun perubahan itu di imbangi dengan pola pemeliharaan lingkungan yang sangat disiplin. Penataan Lingkungan sebagai suatu Kawasan perlindungan dan konservasi sangat mewarnai pengelolaan kawasan alami di beberapa tempat di seluruh Jepang. Khususnya daerah Hokkaido yang mempunyai sangat banyak kawasan konservasi alam, begitu terjaga keaslian dan kecantikannya. Salah satu kawasan di Hokkaido yang oleh ENICEF pada musim panas tahun lalu (2005) di tetapkan sebagai salah satu kawasan di dunia yang sangat terjaga keaslian dan kealamiannya adalah Shiretoko yang terletak di sebaleh utara Hokkaido.

Sumber foto : famille.ne.jp
Kawasan ini merupakan kawasan yang amat sangat alami dengan struktur ekosistem daerah dingin yang asli. Kita masih dapat menyaksikan begitu cekatannya seekor beruang menangkap ikan di sepanjang sungai, sementara di sekitar itu pula ratusan ekor deer berjalan dan memakan rumput di padang yang luas serta ribuan burung dan ratusan spesies hewan lain yang tetap eksis. Ataupun keunikan tingkah laku anjing laut yang penguin yang lucu masih mewarnai kawasan pinggir laut Shiretoko. Pemandangan alami seperti ini nampaknya memberikan gambaran begitu indah dan kompleksnya sistem ekologis hutan dan pesisir pantai. Keberadaan tumbuhan sebagai produsen primer dan hewan kecil dan besar sebagai consumer serta beberapa hewan lain sebagai predator memberikan gambaran rantai makanan dan siklus materi yang sangat apik. Shiretoko hanyalah salah satu dari sekian banyak kawasan perlindungan alam di Jepang yang sampai sekarang masih terjaga, disamping kawasan konservasi Akan, Marsh Kushiro dan banyak lagi.

Sumber foto : hotel-shiretoko.com
Lalu bagaimana bisa ekosistem alami itu bisa terjaga?. Peranan pemerintah yang sangat di dukung oleh masyarakat yang sadar akan pentingnya menjaga sistem ekologis lingkungan begitu kuat. Mungki karena sebagian besar masyarakat Jepang sadar dari beberapa pengalaman pahit yang melanda negeri ini karena ketidak stabilan lingkungan dan masalah pencemaran yang sangat akut. Kita masih mengingat kasus minamata yang memakan korban ratusan warga. Dan beberapa bencana alam yang mamakan ratusan korban.
Bukan berarti Negara Jepang tidak punya masalah dengan perlindungan dan pemeliharaan lingkungannya. Sebagai Negara yang sangat cepat pekembangan Industrinya, tentunya laju perubahan tata-ruang alam dan kebutuhan lokasi pengembangan sangat tinggi. Namun ini di barengi dengan kegigihan pemerintah setiap daerah dalam upaya untuk membuat penataan dan pengkajian lingkungan yang begitu rapih dan disiplin.
Upaya perlindungan alam sangat di tunjang oleh sangat banyak factor dan keterlibatan masyarakat serta stakeholder lain yang berkerja secara padu. Kita tentunya akan sangat merindukan melihat kawasan alami yang masih terjaga.

sumber foto : bali-bird-park.com
Tentunya bukan hanya nagara Jepang yang mempunyai kawasan perlindungan dan konservasi alam. Sebagai kawasan tropis yang sangat amat kaya dengan ribuan bahkan jutaan hewan dan tumbuhan asli di tambah dengan ratusan hewan endemik yang khas dan tipical untuk tiap daerah di seluruh kawasan Negara tercinta Indonesia, memberikan potensi yang sangat besar bagi penataan pengembangan kawasan konservasi.

Sumber foto : wildanimalpark.com.au
Kita memiliki begitu banyak hewan yang masuk dalam kategori hampir punah. Namun apakan kita mampu memertahankannya untuk tidak punah ?. Kita memiliki jutaan hektar hutan dan kawasan estetik yang sangat cantik, namun apakah kita bisa menjaga dan mengembangkannya sebagai kawasan konservasi yang bukan hanya diatas kertas?. Saya sangat percaya kalau kita masih mempunyai dan kalau bisa saya katakan masih amat sangat mencintai dan merindukan keaslian alam kita. Kasus Timika yang sampai saat ini masih terus berlanjut dengan “perampasan secara halus” kekayaan alam papua yang kita cintai, pencemaran sungai dan teluk Buyat, di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara dengan kadar sianida yang tinggi, belum tuntas dan masih meninggalkan tanda tanya besar. Kasus banjir bandang di Jawa timur masih meninggalkan duka yang dalam, kekeringan di beberapa kawasan di jawa terus menggoreskan ketakutan warga setempat serta masih banyaknya teguran alam terhadap kita yang kurang bijaksana dalam merawat alam kita. Alam dan lingkungan kita tidak butuh kemanjaan yang teoritis. Alam membutuhkan pengertian dan perhatian kita untuk kembali melihat dan menjaganya agar “teguran” yang menakutkan tidak akan di rasakan oleh anak cucu kita.

Belum cukupkan “teguran” itu mengingatkan kita untuk sadar. Mengapa kita tidak belajar dari negara seperti Jepang dan atau beberapa Negara lain yang mau kembali menyapa alam dengan lembut, merawat alam dengan perlakuan rill serta memanjakan alam bukan hanya dengan kata-kata.
Salam
6 Responses
obot
01|Mar|2006 1Belum cukup, Pak. Sebab nggak ada duitnya. Menyedihkan memang sebagian (besar?) warga hedonesia yang tamak ini tidak mampu melihat ‘intrinsic value of biodiversity’ yang luarbiasa besarnya karena hanya mampu melihat uang, uang, dan uang
Salam kenal ya, pak
blog yang menarik!
Ma'ruf Kasim
01|Mar|2006 2Terima kasih untuk memasukkan komennya.
Memang kita masih harus lebih arif dan tidak melihat kepuasan jangka pendek semata.
Suadi
23|Mar|2006 3Senang membaca info yang ada di blog Bang Makruf. Sedikit komen aja ya. Kita memiliki banyak kearifan dalam mengkonservasi sumberdaya alam, sayangnya banyak yang hilang karena tergusur oleh pola pembangunan. Sepertinya masyarakat akan terus menjadi kambing hitam melihat berbagai bencana yang ada, dan kita perlu menyadarkan bahwa itu imbas dari apa yang telah dibangun. Teknologi, kebersamaan, dan kesetaraan ada baiknya teruk dikampanyekan.
Salam kenal,
Suadi
haryo triajie
13|Nov|2006 4Assalamuaiakum…
senang sekali bisa baca tulisan bapak yang sangat menambah informasi buat saya. mudah-mudahan bisa diperbanyak lagi. Amien……
Wass..
Haryo. (S2 Air IPB bogor)
Temanggung
21|Feb|2007 5Krisis alam telah menjadi problem umat manusia. Akan lebih parah jika kita tidak mampu menjawab persoalan ini secara mendasar.
Ikuti Laporan Krisis Lingkungan Temanggung
di http://www.stanplat.com
agung
20|Nov|2007 6kita harus belajar dari pengalaman…
sekian banyak pengalaman yang ada, perkembangan akan sadar lingkungan belum menunjukkan peningkatan malah makin diperburuk dengan terkuaknya kasus illegal logging yang melibatkan keterkaitan suatu instansi yang harusnya melindungi justru membuka pintunya lebar-lebar untuk usaha pengrusakan. waduh gimana nih Pak
Leave a reply
Search
Calendar
Tags
Belajar dari Jepang dalam Memanjakan Alam Dugong di desa Coremap Dugong Indonesia : Konservasi yang jalan di tempat Estuary : Lingkungan unik yang sangat penting Kawasan Mangrove dan Konsep Ecotourism Keanekaragaman Hayati Laut Kehidupan Pesisir Batuan Kenali Padang Lamun untuk di Lindungi Mengenal Diatom Mengenal Dugong Mengintip Keindahan Diatom Nyanyian Kematian Pantai Berpasir Pantai Kita Penyu Laut, Hewan cantik yang tergusur Pola Percampuran Estuary Rehabilitasi Mangrove Rumput Laut seagrass seagrass bukan alga Strategi Penyelamatan SDA Tripneustes gratillaArchives
Recent Comments
Recent Posts
Categories
Powered by Blog.com